Tradisi Sambut Bulan Ramadhan Di Semarang

parcel-festival1
Buat Parcel Sembako Sederhana Sendiri Di Rumah
May 13, 2017
Cancer-585-750rb
Tips Dalam Memilih Parcel Lebaran
May 16, 2017
Show all

Tradisi Sambut Bulan Ramadhan Di Semarang

Dugderan

Kebudayaan Indonesia memang terkenal unik dan beranekaragam. Salah satu jenis budaya atau tradisi yang sering dilakukan adalah tradisi menyambut bulan Ramadhan. Masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim tentu sangat menanti-nantikan bulan yang penuh berkah ini.

5

Salah satu tradisi menyambut bulan Ramadhan adalah tradisi Dugderan yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Dugderan merupakan sebuah festival sebagai pertanda dimulainya ibadah shaum di bulan Ramadhan dan biasanya dipusatkan di Simpang Lima, Semarang.

Saat tradisi ini dilaksanakan, biasanya diadakan semacam pasar malam untuk rakyat dan kirab budaya yang dimulai dari halaman balaikota Semarang.

7

Pada festival ini, dijajakan banyak jenis barang dagangan di area yang disiapkan. Selain itu, juga akan disuguhkan wahana permainan seperti komidi putar, bianglala dan tong setan.

Peserta kirab mengusung patung hewan imajiner Warak Ngendok saat mengikuti prosesi Dugderan di Semarang, Jateng, Selasa (16/6). Kirab dan prosesi Dugderan merupakan tradisi khas warga Kota Semarang yang digelar untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/ss/Spt/15.

Peserta kirab mengusung patung hewan imajiner Warak Ngendok saat mengikuti prosesi Dugderan di Semarang, Jateng, Selasa (16/6). Kirab dan prosesi Dugderan merupakan tradisi khas warga Kota Semarang yang digelar untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/ss/Spt/15.

Ada satu ciri khas lagi yang menandai tradisi Dugderan ini, yaitu adanya Warak Ngendok. Warak Ngendok merupakan mainan berupa atau menyerupai hewan rekaan campuran: Kepalanya menyerupai kepala naga, tubuhnya berbentuk layaknya buraq, dan keempat kakinya menyerupai kaki kambing. “Warak” berasal dari bahasa Arab, “wara’I” berarti suci dan “ngendok” berarti bertelur. Bertelur di sini merupakan symbol sebagai hasil pahala yang didapat seseorang setelah menjalani proses suci. Sehingga secara lepas dapat diartikan bahwa siapa yang dapat menjaga kesucian di bulan Ramadhan, maka dia akan menerima pahala di hari Idul Fitri.